Dasta CS Terkesan Diperlakukan Khusus
08 November 2017
Mantan Kasatres Narkoba Bintan, AKP Dasta Analis saat berada di ruang sidang Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (8/11). (Foto: Andri Mediansyah)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Perkara penggelapan barang bukti sabu, dengan terdakwa mantan Kasat Narkoba Polres Bintan Dasta Analis beserta 5 orang anggotanya dan satu orang warga sipil mulai digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Dalam sidang perdana, Rabu (8/11/2017), Dasta CS terkesan mendapat perlakukan khusus dari Kejaksaan Negeri.

Berbeda dengan terdakwa yang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Dasta dan enam tersangka lainnya tidak dikenakan rompi tahanan. Mereka juga tidak terlebih dahulu ditempatkan di sel sementara Pengadilan sebagaimana diterapkan kepada terdakwa lain sebelum menjalani proses persidangan.

Tiba di PN Tanjungpinang sekitar pukul 14.50, Dasta dan tersangka lain mendapat pengawalan ketat kepolisian, dan langsung digiring masuk ke ruang sidang utama.

Dalam jalannya sidang, Hakim Guntur Kurniawan memutuskan menunda persidangan yang dijadwalkan akan membacakan dakwaan. Persidangan empat terdakwa yakni Dasta Analis, Tomy Adriadi Silitonga, Joko Arifonto dan Indra Wijaya dengan agenda pembacaan dakwaan ditunda hingga 27 November 2017 mendatang.

Ditundanya persidangan dikarenakan Ketua Majelis Hakim  sedang menjalani diklat di Megamendung Bogor.

Keempatnya kemudian kembali digiring ke dalam mobil tahanan Kejari.

Terkait perlakuan berbeda ini, Humas PN Tanjungpinang, Eduart Sihaloho menjelaskan hal itu bukan kewenangan Pengadilan Negeri.

 "Proses dari tahanan ke ruang sidang itu teknisnya di Kejaksaan. Silahkan nanti dikonfirmasi ke kejaksaan karena mereka yang menghadirkan," ujarnya.

"Kami (Pengadilan) hanya memfasilitasi tempat. Mengenai pengamanan itu ada pada kejaksaan," katanya lagi. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua