AKhirnya AKP Dasta CS Dipindah Ke Rumah Tahanan
06 November 2017
AKP Dasta (depan), ketika berada di Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Tanjungpinang, Senin (6/11/2017) sore ini. AKP Dasta bersama 5 personel Sat Narkoba Polres Bintan dan seorang warga sipil yang merupakan tersangka pengedar narkoba dipindah dari tahan Mapolres Tanjungpinang. Pemindahan ketujuh tersangka ini dilaksanakna atas perintah Pengadilan Negeri Tanjungpinang. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - AKP Dasta Analis, mantan Kepala Satuan Narkoba Polres Bintan yang terjerat kasus penjualan sabu-sabu bersama sejumlah anggotanya dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Tanjungpinang.

Pemindahan Dasta dan 6 tersangka berlangsung sekitar pukul 18.00, Senin (6/11/2017) sore tadi.  AKP Dasta bersama 6 tersangka lainnya digiring masuk kedalam Rutan dengan mengenakan penutup muka (sebo) dan kedua tangan diborgol.

Pengiriman tersangka didampingi jaksa eksekutor serta Provos pihak kepolisian Polres Tanjungpinang. 

Raden Akmal, selaku jakasa eksekutor menjelaskan, pemindahan terhadap 7 tersangka kasus narkoba (enam personel kepolisian Polres Bintan dan seorang warga sipil) dilaksanakan atas perintah Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Sebagaimana diketahui, dalam proses penyidikan di Kejaksaan Negeri Tanjungpinang (penyidikan tahap II), AKP Dasta dan tersangka lainnya ditahan di Mapolres Tanjungpinang. Penahanan di Mapolres Tanjungpinang ini dengan alasan untuk menjaga keamanan para tersangka.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Rutan atas pemindahan tersangka dan bahkan juga sudah melakukan cek kesehatan terhadap yang bersangkutan," jelas Raden Akmal.

"kami tidak ada  komentar terkait pemindahan saat ini. Nanti atasan yang akan menjelasakan" kata Akmal lagi.

Kasi Keamanan Penjaga Rutan Klas I Tanjungpinang, Fajar menjelaskan, Dengan alasan keamanan, untuk sementara ke AKP Dasta dan tersangka lainnya tidak disatukan denga narapidana lanin. Mereka ditempatkan di dalam sel khusus yang terpisah dari tahanan lain. 

"Kita memiliki blok khusus. Namanya  Blok Penyengat," kata dia.

"Di Blok Penyengat ini blok untuk minim security, dimana kita menempatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP) yg mudah di atur," sebut Fajar lagi.

Dia juga menjelaskan, jika pihaknya akan melakukan pengamanan ketat. 

'Untuk penetapan seberapa lamany, belum bisa kami tentukan. Yang jelas sampai keadaan normal baru bisa digabungkan dengan WBP lainnya. Saya masih menunggu perintah lanjutan dari pimpinan (Karutan)," ugkap Fajar. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua