Warek Ditangkap, Umrah Gelar Rapim
31 Oktober 2017
Foto: ilustrasi (Int)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Pasca penahanan Wakil Rektor Universitas Raja Ali Haji (Umrah) Hery Suryadi terkait dugaan korupsi pengadaan barang program integrasi sistem informasi, pihak Umrah menggelar rapat pimpinan.

Rapat pimpinan digelar di Rektorat Umrah, DOmpak, Senin (30/10/2017) siang langkah-langkah yang akan dilakukan sehubungan dengan penahanan tersebut.

Muharoni, Humas Umrah melalui rilisnya diterima kemarin menjelaskan jika Kepala Bagian Umum UMRAH telah meninjau langsung ke Polda Kepri untuk memastikan kebenaran penahanan. 

"Benar, Bapak Hery Suryadi saat ini berada di Polda Kepri, Batam,” ungkap Muharoni.

Dipaparkannya, Rektor UMRAH segera akan berkirim surat kepada Sekjen Kemenristek Dikti guna menyampaikan laporan sekaligus permohonan Asistensi untuk Hery Suryadi. Selain itu juga Rektor UMRAH akan berkordinasi terkait langkah administratif yang diperlukan agar proses administrasi dan akademik di UMRAH berjalan sebagaimana mestinya.

“Rektor UMRAH akan berkordinasi dengan pengacara Bapak Hery Suryadi untuk mengambil langkah lanjutan,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Hery Suryadi ditangkap polisi di sebuah kamar hotel di Jakarta, Sabtu (28/10/2017) malam. Dia  ditangkap Unit Tipikor Polda Kepri, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang program integrasi sistem informasi Umrah senilai Rp 29 miliar dan merugikan negara sekitar Rp 12,4 miliar.

Dikutip dari batam.tribunnews.com, Minggu (29/10), penangkapan dipimpin Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Ponco Indriyo, di kamar hotel Ibis Taman Ismalik Marzuki Jakarta dan baru dibawa ke Polda Kepri keesokan harinya. 

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga menjelaskan, dalam rangkaian kasus ini, unit Ditkrimsus Polda Kepri sudah menetapkan empat tersangka, Kempat orang tersebut PPK Hery Suryadi , Kontraktor Pelaksana PT JKP berinisial HG dan dua dari perusahaan distributor YS serta UZ. 

Erlangga menegaskan pihaknya telah menetapkan status buron untuk dua diantaranya yang tidak kooperatif. Ia menekankan jika pihaknya telah berhasil melacak keberadaan mereka dan sedang melakukan upaya penangkapan. (Fira) 




Berita Terkait
Lihat Semua